Wednesday, December 13, 2006

Something Fishy...


CLICHÉ

I’ve got a reputation of being a man with the gift of words…
A romantic poetic type, or so they say…
But I find it hard to express the way I feel about you,
Without getting involved in the old clichés…

This song’s begun so many times,
But never in a way that you won’t consider to be an old cliché
I want to say that I need you, miss you when you’re away
And how it seemed like fate – o here we go – the same old clichés…

It’s not that I’m embarrassed or shy, well, you know me too well…
But I want to make this song special in a way that you can tell…
That it’s solely for you and nobody else
My best friend, my lover, when I need help.

Cliché?

Everything I want to say to you is wrapped up in an old cliché.

That’s why I’m trying to say with my deepest sincerity…
That’s why I’m finding it comes down to basic simplicities…

The best way, is with an old cliché…
Simply the best way, is with an old cliché..
Always the best way, is with an old cliché…
I’ll leave it to the best way, it’s an old cliché… "I love you".

(by Fish, from the album Vigil In The Wilderness of Mirrors)

--------------------------------------------

Masih ingat band Marillion yg pernah saya ceritakan sedikit di beberapa posting yg lalu?
Mungkin masih ingat juga mantan vokalisnya, Derek Dick, yg lebih populer dengan nama panggung Fish?

Setelah meniggalkan Marillion, Fish melanjutkan aktifitas musikalnya sebaga artis solo, dan telah menelurkan album-album yang cukup critically-acclaimed. Menurut saya pribadi, dua album solo pertamanya Vigil In The Wilderness Of Mirrors (1990) dan Internal Exile (1991) adalah yang terbaik.


Vigil In The Wilderness Of Mirrors


Internal Exile

Seperti pernah saya singgung sebelumnya, Fish ini termasuk penulis lirik yang unik dan unggul. Dan lirik lagu yang saya kutipkan di atas adalah salah satu lirik dengan tema yang menarik, dan, in some way, dapat dikatakan indah.
Mengapa indah? Because it rings so goddamn true!!
Fish bercerita tentang dirinya yang selalu dianggap berbakat merangkai kata2, puitis dan romantis. Namun ketika sampai pada rasa yang primitive bernama cinta… dia kehilangan kemampuan itu. Dia berusaha keras menciptakan lagu itu menjadi istimewa dengan sedemikian rupa, namun lagi-lagi dia selalu terpuruk dalam ungkapan-ungkapan klise…
Dia kehilangan kata2 indah dan tak mampu melepaskan diri dari jebakan kata-kata yang generik utk mengungkapkan perasaannya.


Dan pada saat2 akhir, dia menyerahkan semuanya cukup pada satu kalimat singkat yang over-exposed, over-exploited, over-used (but somehow never loses its sincerity), yaitu… I LOVE YOU.

Sederhana sekali. Klise sekali. But yet, it’s so damn beautiful!!

Bagi anda yang senang menulis sajak-sajak, dan orang-orang lain mengetahui itu, atau mungkin kurang lebih mereka telah menganggap anda sebagai seorang 'penyair', seringkali ada demand tak kentara dari mereka, agar anda selalu mengungkapkan segala sesuatu dengan kata-kata yang eksentrik, indah, puitis atau apapun istilahnya. Seakan-akan they're waiting for you to do a show. Bahkan mungkin tanpa sadar dari dalam diri anda sendiri selalu ada tuntutan untuk selalu berekspresi secara puitis dan berbunga-bunga tadi.

Namun sangat masuk akal, dan pasti seringkali terjadi, bahwa at the end of the day, hanya straight-forwardness lah yang mampu menjabarkan sejuta arti hanya dengan sekian patah kata, dengan resiko misleading yang malahan kecil. Bukan berarti saya mengklaim bahwa saya adalah seorang penyair, namun hal semacam itu kurang lebih pernah terjadi pada diri saya.

Saat perasaan saya bertabur bunga-bunga romantika (dalam hal ini perasaan terhadap seorang wanita), secara tidak langsung orang-orang yang cukup kenal saya berharap muncul drama-drama kecil lewat goresan-goresan pena saya. Dan mungkin saya sendiri tanpa sadar berusaha bisa mengungkapkan perasaan saya dengan cara tersendiri yang agung nan indah. Namun at some point, akhirnya saya tak menemukan cara untuk menulis puisi macam apapun yang cukup layak untuk merepresentasikan perasaan saya pada wanita tadi. Persis seperti lagu Fish tadi, akhirnya ya cuma "i love you"...

Once, that song really kicks me right in my ass. And it has a wonderfully-written melodies too...

1 Comments:

At 9:50 PM, Blogger konnyaku said...

upload donk :D

 

Post a Comment

<< Home